in bisot eyes

banyakan sih arsip-arsip yang mendukung kerjaan gue

Transaksi lewat Dunia Maya

Posted by bisot pada Oktober 7, 2008

Transaksi lewat Dunia Maya
Sunday, 05 October 2008

SEIRING kemajuan teknologi, internet kini tidak hanya dimanfaatkan untuk mencari informasi, hiburan atau menjalin komunikasi. Lebih dari itu,internet kini juga sudah menjadi sebuah pasar yang tiap harinya dipenuhi transaksi triliunan rupiah.

Lewat internet, orang bisa melakukan transaksi tanpa harus tatap muka seperti yang berkembang dalam pasar tradisional. Bahkan dengan menggunakan media ini, cakupan pemasaran komoditas pun tidak lagi terbatas oleh ruang dan jarak pandang.

Melihat perkembangan moda transaksi seperti ini, tidak mengherankan jika kemudian roadmap perdagangan yang saat ini tengah dipersiapkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memberikan poin khusus bagi pelaksanaan transaksi via dunia maya atau yang lebih terkenal dengan e-commerce.

Meski hingga kini pemanfaatan internet di Indonesia belum merata ke seluruh lapisan masyarakat, keperluan transaksi lewat dunia maya ini dirasakan sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi di era perdagangan bebas. Pemanfaatan internet yang belum merata tersebut disebabkan infrastruktur telekomunikasi yang ada belum menunjang.

Selain itu, aspek legalitas masih menjadi kendala orang melaksanakan transaksi via internet. Meskipun saat ini pemerintah telah mempunyai Undang- Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), aturan tersebut belum disosialisasikan dan dilaksanakan di masyarakat. Tidak mengherankan jika sebagian pengusaha masih ragu memanfaatkan media ini untuk melakukan transaksi bisnisnya.

Kondisi ini cukup memprihatinkan.Pasalnya dalam kurun beberapa tahun ke depan Indonesia akan memasuki era pasar bebas sehingga masalah kecepatan informasi, kemudahan transaksi, serta aspek legalitas menjadi penentu keberhasilan bisnis. Oleh karena itu, untuk memperbaiki kondisi ini,dalam rapat pimpinan nasional (rapimnas) yang digelar 18 September 2008 lalu,Kadin merekomendasikan kepada pemerintah untuk memperbaiki sistem prasarana serta peraturan yang terkait dengan pelaksanaan e-commerce dan e-business di Indonesia.

Jika para pelaku bisnis mampu memanfaatkan media ini—serta ada jaminan aspek legalitasnya––, diprediksi hal itu bakal meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional. Saat ini, penerapan e-commerce sudah menjadi sesuatu yang sangat umum dilakukan oleh pelaku usaha di dunia dalam rangka menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) Cahyana Ahmadjayadi mengungkapkan, jika para pengusaha, terutama sektor usaha kecil dan menengah (UKM), tidak menggunakan ecommerce, bisa dipastikan mereka akan kalah bersaing.

“Kalau kita tidak berpartisipasi dalam dunia maya ini, hal itu akan menjadikan diri kita berbeda dari pelaku bisnis global,” ujarnya. Perkembangan e-commerce secara global memberikan peluang bagi perusahaan kecil dan menengah untuk bersaing lebih baik dengan perusahaan besar. Dengan memanfaatkan e-commerce, akses yang dapat diterima para pelaku bisnis tidak dibedakan berdasarkan skala bisnisnya.

Baik pengusaha kecil maupun besar diberi akses setara dalam melaksanakan transaksinya. Namun tentu saja peluang ini hanya bisa dimanfaatkan pelaku usaha yang kompeten dalam pemanfaatan e-commerce. “E-commerce menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Cahyana dalam Rapimnas Kadin beberapa waktu lalu.

Di Indonesia pelaksanaan e-commerce dan e-business masih menghadapi beberapa kendala.Depkominfo mencatat,sedikitnya ada delapan masalah yang harus dihadapi pemerintah untuk melakukan transaksi di dunia maya. Masalah-masalah tersebut antara lain biaya koneksi dan jasa jaringan internet yang mahal atau biaya jasa hosting situs web dengan bandwidth ?yang masih cukup tinggi.

Masalah lain adalah ketersediaan aplikasi pendukung yang masih minim, terutama masalah jaringan komunikasi. Belum lagi keterbatasan fasilitas pembayaran elektronik, sebagai contohnya mesin anjungan tunasi mandiri (ATM). Selama ini,ATM banyak terkonsentrasi di daerah kota saja, sedangkan di daerah-daerah, meskipun ada, jumlahnya pun masih sangat terbatas.

Masalah selanjutnya adalah keamanan informasi.Di dalam dunia maya,Indonesia sudah bertahun-tahun terkenal sebagai gudang para carder atau orang-orang yang menggunakan kartu kredit orang lain untuk bertransaksi di internet.Tidak aneh bila Indonesia pernah memperoleh peringkat kedua setelah Ukraina dalam hal kejahatan kartu kredit terbanyak di dunia.Hal ini berakibat pada tertutupnya peluang bagi orang-orang Indonesia untuk menggunakan kartu kreditnya dalam melakukan transaksi online di internet.

Dengan demikian sangat wajar jika hal itu menimbulkan fobia bagi orang-orang yang ingin melakukan transaksi. Ketersediaan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia, sebagai pemakai maupun sebagai penyedia teknologi dan jasa, juga masih menjadi kendala penyebarluasan e-commerce di Indonesia.

Meskipun bisa dipastikan sebagian besar warga Indonesia,terutama generasi muda, sudah mengenal komputer, belum tentu mereka bisa mengoperasikan internet. Dengan kata lain,SDM yang mengenal internet di Indonesia masih sangat terbatas. Masalah lain adalah belum tersedianya infrastruktur pendukung untuk pengiriman barang yang efisien dan memiliki kepastian waktu.Terakhir,masalah pengakuan lintas negara bagi transaksi, masalah sertifikasi, masalah bea cukai, dan pajak masih juga menjadi kendala yang harus dihadapi.

Depkominfo mencatat sedikitnya 30 juta orang Indonesia memakai internet. Bisa dikatakan, ini merupakan pasar potensial bagi para pengusaha menawarkan produknya. Namun tentu saja untuk mencapai pasar tersebut para pengusaha harus mampu memanfaatkan dunia maya ini sebagai media publikasi, tawar-menawar hingga proses transaksi. Ini semua bisa terwujud jika pemerintah pun mampu menyediakan sarana-prasarana serta peraturan yang menjamin keamanan, kenyamanan, dan keabsahan transaksi di dunia maya ini. (abdul malik/islahuddin/faizin aslam)

Iklan

Satu Tanggapan to “Transaksi lewat Dunia Maya”

  1. biLLy said

    saya ingin tanya, bagaimana cara bertransaksi lewat internet yang aman.
    soalnya saya punya penglaman, beberapa minggu yang lalu saya di tawari beberapa barang yang menurut saya sangat menarik dan murah tapi tempatnya di US. Trus dia meminta saya untuk membayar terlebih dahulu baru dia akan mengirim barangnya, tapi saya takut kalau saya kirim uangnya trus barangnya tidak di kirim…
    jadi saya ingin meminta informasi mengenai masalah saya ini. tnx’s b4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: