in bisot eyes

banyakan sih arsip-arsip yang mendukung kerjaan gue

NSW, disangsikan sebelum lahir

Posted by bisot pada Oktober 8, 2008

GINSI: Bea Cukai Latah Terapkan NSW
JUMAT, 11 JANUARI 2008

Jakarta ( Berita ) : Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) berpendapat pemerintah khususnya Ditjen Bea Cukai belum siap melaksanakan sistem National Single Window (NSW) dalam melayani kegiatan ekspor dan impor mulai pertengahan Desember 2007, karena beberapa negara ASEAN lainnya telah minta penundaan untuk menggunakan sistem ini.

“Bea Cukai telah latah.. Sebenarnya kita belum siap. Mungkin kita baru siap menerapkan NSW lima tahun lagi atau bahkan mungkin 10 tahun lagi,” kata Ketua Umum GINSI Amirudin Saud kepada ANTARA di Jakarta, Rabu [09/01] ketika dimintai komentarnya tentang penerapan sistem NSW tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani baru-baru ini mengatakan, sampai sekarang baru ada lima instansi yang menerapkan pelayanan bersama bagi para importir dan eksportir yakni Bea Cukai, Badan POM, Karantina Hewan, Karantina Flora, serta Ditjen Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan.

Seharusnya ada 31 instansi pemerintah yang tergabung dalam pelayanan NSW ini, yakni pelayanan melalui komputer bagi para eksportir dan importir.

Amirudin mempertanyakan kenapa pemerintah baru melayani 100 importir padahal di tanah air terdapat sekitar 7.000 importir. Importir produsen besar seperti Astra, Gobel, serta Arnott sudah menikmati NSW ini, karena Bea Cukai mempercayai mereka tidak akan melanggar aturan kepabeanan.

“Pemerintah tidak mempercayai para importir. Padahal kalaupun ada importir yang nakal, paling-paling hanya lima persen dari 7.000 importir itu. Petugas Bea cukai pun mengetahui para importir nakal tersebut,” kata Amirudin yang juga Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) .

Ia juga mengatakan, 100 importir yang sudah menikmati pelayanan NSW itu adalah importir produsen yang selama ini sudah menikmati pelayanan Bea Cukai yang disebut “jalur hijau”. Berdasarkan sistem jalur hijau ini, terhadap barang impor mereka tidak dilakukan pemeriksaan fisik karena mereka dianggap telah memenuhi persyaratan impor atau kepabeanan. “Di tanah air terdapat ribuan importir produsen dan seharusnya mereka juga menikmati NSW ini,” tambahnya.

Beberapa negara ASEAN seperti Kamboja, Myanmar, serta Vietnam belum melaksanakan NSW ini, karena aparat mereka memang belum siap.

“Pemerintah Indonesia tidak usah ikut-ikutan dengan memaksakan diri menerapkan NSW mulai Desember 2007,” katanya seraya menambahkan, Singapura memang telah menerapkan sistem ini jauh sebelum pola NSW diterapkan secara internasional.

Hal itu dikarenakan, negara itu memang ikut memprakarsai dan juga karena para importir disana sudah bisa dipercaya tidak akan melanggar aturan kepabeanan. “Karena itu, sebaiknya ditunda saja penerapan NSW ini, karena nanti nama Indonesia justru bisa jelek,” tegas Amirudin.

______________________________
______________________________

http://www.insw.go.id/inswsite/index.php <<<

Implementasi Tahap 2 NSW
Menteri Keuangan memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang mensukseskan implementasi sistem NSW Indonesia pada acara peresmian peluncuran Implementasi Tahap ke 2 sistem NSW Indonesia. Agustus 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: