in bisot eyes

banyakan sih arsip-arsip yang mendukung kerjaan gue

DAMPAK PENURUNAN BEA MASUK DALAM IJ-EPA, Indonesia Berpotensi Merugi US$ 7,2 M

Posted by bisot pada November 27, 2008

DAMPAK PENURUNAN BEA MASUK DALAM IJ-EPA, Indonesia Berpotensi Merugi US$ 7,2 M
Posted by daniri
Juli 14, 2008

Investor Daily, 10/07/2008

JAKARTA, Investor Daily
Indonesia diperkirakan kehilangan pendapatan sebesar US$ 7,2 miliar pada tahun pertama implementasi kerja sama kemitraan ekonomi Indonesia Jepang (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement/IJ-EPA).

Potensi kerugian tersebut berasal dari penurunan bea masuk (BM) atas ekspor produk Jepang yang masuk ke wilayah kepabeanan Indonesia.

“Dari segi pendapatan negara, Indonesia memang kehilangan devisa dari pemasukan BM dalam jumlah besar.
Pada tahun pertama implementasi EPA, Indonesia loss sebesar US$ 7,206 miliar. Untuk tahun kedua dan seterusnya, loss itu menjadi lebih besar karena jumlah tarif yang diturunkan makin besar,” kata Sekjen Departemen Perindustrian (Depperin) Agus Tjahajana dalam seminar Implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia Jepang di Jakarta, Rabu (9/7).

Dia menjelaskan, potensi kerugian tersebut dihitung berdasarkan nilai ekspor Jepang ke Indonesia rata-rata per tahun selama periode 2000-2007. Dia merinci, potensi kerugian dari penurunan tarif sebesar 5% menjadi 0% sekitar US$ 360,336 juta/tahun.

Sementara itu, untuk penurunan tarif sebesar 7,5% menjadi 0%, Indonesia kehilangan pendapatan BM sebesar US$ 540,505 juta dan dari penurunan tarif 10%, potensi kerugian sebesar US$ 720,673 juta.
Selain dari penurunan tarif normal dalam skema IJ-EPA, Indonesia berpotensi kehilangan pendapatan negara dari penurunan tarif khusus (user specific duty free scheme/USDFS) yang diberikan kepada industri pengguna di dalam negeri. “Dari penurunan tarif skema khusus ini, Indonesia kehilangan pendapatan negara sebesar US$ 43,183 juta. Tarif BM produk yang masuk ke skema khusus tersebut sekitar 15,8%,” jelas dia.

Namun, lanjut dia, kerugian akibat penurunan tarif USDFS akan tertutupi dengan potensial pendapatan penjualan hingga 2012 mencapai US$ 73 miliar.

Direktur Logam Depperin I Putu Suryawirawan mengatakan, potensi kehilangan pendapatan BM itu berasal dari baja dan produk baja karena jumlah impor dari Jepang saat ini mencapai satu juta ton/tahun.
Dalam kerangka IJ-EPA, Indonesia membuka pasar sebesar 92,5% dari 11.163 pos tarif yang ada kepada Jepang dengan penurunan secara langsung dan bertahap sampai dengan 15 tahun. Penurunan secara langsung meliputi sekitar 58% pos tarif BM Indonesia yang berlaku efektif pada 1 Juli 2008. Di sisi lain, Jepang membuka pasar sebesar 90% untuk produk Indonesia. Sekitar 80% di antaranya dihapuskan BM-nya pada saat implementasi EPA.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil, dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari menjelaskan, sekitar 7,5% atau 843 post tarif dikecualikan (exclusion list) dari kerjasama EPA.

Sekitar 523 post tarif tersebut merupakan produk baja dan olahannya, produk kimia, karet, serta plastik. “Sekitar 36 post tarif produk kimia, karet, dan plastik merupakan bahan baku dasar untuk industri tersebut sehingga kami menggangap itu penting bagi Indonesia,” kata dia.
Namun, lanjut dia, Indonesia menurunkan tarif untuk sekitar 328 jenis post tarif baja dan produk olahannya dalam skema pembebasan tarif khusus (USDFS). “USDFS hanya hanya untuk empat sektor, yaitu otomotif dan komponen, elektronik, energi, serta konstruksi. Jenis baja yang mendapat pembebasan BM dalam skema khusus ini diperlukan industri Jepang di Indonesia. Namun, Indonesia belum memproduksi produk tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan, untuk mendapatkan USDFS harus memenuhi persyaratan tertentu. “Menteri Perindustrian sudah menetapkan persyaratan eligible untuk industri yang bisa memperoleh USDFS. Persyaratannya antara lain harus diverifikasi sebelum diimpor,” tuturnya.

Menurut dia, Menperin telah menunjuk PT Surveyor Indonesia untuk memverifikasi izin USDFS. Kegiatan verifikasi terdiri atas tiga tahap, yaitu verifikasi aspek legalitas, verifikasi produksi, realisasi penggunaan impor serta penggunaannya, dan verifikasi hubungan penggunaan impor terhadap pembangunan kapasitas industri (capacity building).
“Jadi izin impor USDFS tidak diberikan sembarangan. Dengan demikian diharapkan pemberian izin impor melalui USDFS bisa meningkatkan ekspor tidak hanya ke Jepang, tapi juga ke negara lain,” kata dia.

Sedangkan proses penyelesaian dokumen USDFS hanya membutuhkan waktu sekitar 15 hari mulai dari proses verifikasi sampai dengan penerbitan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Bea Cukai yang melegalkan pemberian fasilitas bebas BM.
Kompensasi
Agus mengakui kesepakatan EPA dengan Jepang memang bersifat asimetris (tidak seimbang) karena Jepang memiliki GDP sepuluh kali lebih besar dibandingkan Indonesia. Karena itu, kata dia, Indonesia meminta kompensasi dalam bentuk capacity building dari Jepang.

Menurut dia, Jepang menyepakati permintaan Indonesia untuk membantu pembangunan pusat pengembangan industri manufaktur (Manufactur Industry Development Center/MIDEC). “Untuk MIDEC ada 13 sektor, pada 16 dan 17 Juli 2008 akan ada rapat mengenai MIDEC ini dan kalau asosiasi dari 13 sektor tersebut ingin memberikan masukan dapat diakomodasi segera,” tuturnya.
Tiga belas subsektor yang tercakup dalam MIDEC antara lain sektor otomotif dan komponennya, elektronik dan perlengkapan elektrik, produk baja, tekstil, petrokimia dan oleo kimia, industri logam non baja, makanan dan minuman, konservasi energi, UKM, welding, dan tooling. “Kami akan lihat perkembangannya dalam lima tahun. Setelah lima tahun, EPA dengan Jepang akan ditinjau ulang apakah kerjasama ini perlu dilanjutkan atau tidak,” kata dia. ***
.
Oleh Nur Afni Fiazia

Copy paste dari: Madani-ri.com

3 Tanggapan to “DAMPAK PENURUNAN BEA MASUK DALAM IJ-EPA, Indonesia Berpotensi Merugi US$ 7,2 M”

  1. Hartoto said

    BaGUS ARTIKELNYA

  2. bisot said

    copy paste aja kok mas, makasih mas, web nya di mana mas???

  3. Hartoto said

    ini rumah saya

    Hartoto
    http://www.fatamorghana.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: